Dampak Perubahan Iklim Terhadap Lingkungan  dan Menumbuhkan Sikap Kepedulian Kepada Masyarakat Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup Di Wilayah Banten

Lingkungan dan Kerusakannya

images (2)

Gambar – Peta zona ancaman kekeringan di Indonesia

Lingkungan dan alam merupakan suatu hal yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman yang semakin pesat serta perkembangan teknologi hingga pembangunan infrastruktur, justru telah banyak menyebabkan penurunan kualitas alam dan lingkungan (misal: air, tanah dan udara). Seperti pembalakan hutan, penggalian tambang, alih fungsi lahan dari lahan pertanian atau kebun menjadi kawasan industry dan perumahan, serta  eksploitasi alam lainnya yang menyebabkan cepatnya terjadi kerusakan di lingkungan sekitar.

Faktor-faktor penyebab kerusakan lingkungan tersebut, tentu memerlukan kesadaran manusia untuk segera peduli untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan lebih parah lagi pada lingkungan. Kesadaran kita sebagai manusia perlu selalu ditingkatkan melalui berbagai upaya demi terjaganya alam dari kerusakan yang semakin hari,semakin luas dampak kerusakannya. Pendidikan yangh concern terhadap lingkungan hidup menjadi kebutuhan untuk membangun karakter manusia yang memiliki sikap serta kepribadian yang selalu menyelaraskan diri antara kebutuhan hidup dan kebutuhan kita terhadap lingkungan.

12-LIMBAH-B3

Gambar – Limbah pabrik, di Kabupaten Serang

Untuk menumbuhkan sikap kesadaran manusia yang peduli terhadap lingkungan, perlu diupayakan dan bantuan oleh semua pihak terkait. Seperti kegiatan yang dilakukan pleh salah satu lembaga swadaya masyarakat yang peduli pada lingkungan, yaitu Wahana Hijau Fortuna (WHF). Wahana Hijau Fortuna (WHF) yang beranggotakan sebagia besar dari para aktivis lingkungan, mereka berupaya memberikan kesadaran dan pendidikan kepada masyarakat, seperti menggelar dialog public dan kursus lingkungan hidup, dengan tema “Menata Kawasan Industri Ramah Lingkungan dan Konservasi Wilayah Pesisir”, di kota Serang, hari Selasa (5/5/2015).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Serang Tatu Chasanah, yang sekaligus membuka acara, sementara narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Irwan Noor dan Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupate Tangerang Asep Jatnika. Peserta pada kegiatan tersebut merupakan perwakilan organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan aktivis lingkungan yang berada di wilayah Provinsi Banten. Ketua Wahana Hijau Fortuna (WHF) Daddy Hartadi mengatakan, bahwa kesadaran manusia salah satunya adalah dengan dibangunnya mekanisme terhadap pendidikan. Namun, system pendidikan yang ada sekarang ini belum sepenuhnya melahirkan insan dan individu yang memiliki sikap kesadaran dan pemahaman terhadap lingkungan hidup dengan baik dan bijak.

“Persoalan pada saat ini tentang lingkungan hidup adalah sampah yang ada dimana-mana, krisis air bersih pada saat musim kemarau, pencemaran lingkungan (air, tanah dan udara), hingga pemanasan global atau penipisan efek rumah kaca yang merupakan hasil dan kejadian yang tidak pernah disangka-sangka dari penempatan diri manusia sebagai khalifah (pemimpin di bumi) dan sebagai pusat dari alam semesta ini. Oleh karena itu, hanya manusia yang mempunyai nilai, sementara alam dengan segala isi dan hamparannya hanya sekedar alat pemuas kepentingan dan kebutuhan hidup manusia belaka.

Kemudian dampak dari sector industry sudah terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut supaya tidak menjalar secara luas dari perkembanagan sektor industry, ada beberapa hal yang harus dicermati dan dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Banten. Hal yang harus dicermati pertama adalah perizinan membangun industry, Pemertintah Daerah (Pemda) Banten harus benar-benar selektif dalam memilah dan memilih industry mana yang akan berdiri dan dibangun disekitar wilayahnya. Sehingga apabila terjadi sesuatu, tidak terjadi dampak negative yang timbul. “Tapi pada saat ini perubahan perencanaan tata ruang dan wilayah kota juga terlalu cepat terjadi, sehingga terjadilah alih fungsi lahan begitu cepat terjadi, misalkan lahan-lahan pertanian dan perkebunan disekitaran pinggiran kota, diubah menjadi kawasan sector industry yang notabenya menguntungkan Pemerintah Daerah (Pemda) dan Industri tersebut, kemudian merugikan lingkungan dan ekosistem untuk keberlangsungan kehidupan sekitar. Maka dari itu, perlunya dari pihak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan pengkajian terlebih dahulu, kemudian hasil dari kajian tersebut langsung diterapakan (apabila hasil kajian lebih banyak manfaatnya bagi lingkungan sekitar). Jangan sampai sebagaian besar daerah yang tadinya lahan-lahan pertanian dan perkebunan yang akan menjadi sector industry, berdampak buruk bagi lingkungan dan keberlangsungan kehidupan mahkluk hidup sekitar. Oleh karena itu, bersama-sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat sekitar, untuk peduli, menjaga dan melestarikan lingkungan demi keberlangsungan kehidupan sampai anak dan cucu kita dapat atau masih menikmatinya juga.

Pendidikan Lingkungan dan Solusinya

Cara menyelesaikan masalah lingkungan hidup yang pada saat ini dihadapi adalah dengan menyelesaikannya secara bersama-sama, bukan dengan menyelesaikan secara sepihak atau parsial. Semua pihak yang berkaitan, harus menjaga dan melestarikan keseimbangan daya dukung dan daya tamping terhadap lingkungan sekitar. “Kerusakan lingkungan, merurut para ahli lingkungan hidup karena adanya perkembangan ekonomi yang semakin pesat, tetapi perkembangan ekonomi juga diperlukan untuk keberlangsungan pembangunan yang berkelanjutan. Namun, itu pasti ada dampaknya terhadap lingkungan hidup, dampak secara menyeluruh dan global, kemudian apa yang disebut seabgai efek gas rumah kaca, sehingga terjadilah anomali-anomali perubahan pada iklim yang semakin hari, semakin tidak menentu. Persoalan yang ada di lingkungan lebih kepada manusia itu sendiri, manusia hanya berfikir lingkungan yang ditempatinya lebih nyaman dari lingkungan lain, padahal itu salah, lingkungan itu saling berkaitan dengan yang lainnya.

images

Gambar – Reboisasi di wilayah kota Cilegon, pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan

Pendidikan Lingkungan di Provinsi Banten, sudah masuk ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat atas. Namun, jumlah pendidilkan lingkungan masih seddikit, sehingga diperlukan system pembelajaran yang cocok untuk digunakan dan selaras dengan lingkungan hidup. Untuk pendidikan sekolah di Provinsi Banten, Pemda masih mengupayakan dan komunikasi dengan pihak sekolah terkait, untuk memberlakukan mata pelajaran yang khusus mengenai menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan sekitar.

images (1)

Gambar – Pendidikan lingkungan hidup di sekolah