Dibalik Jembatan Gantung yang Rapuh

img_20120222011432_4f43df08693f6

Jembatan Gantung. Sumber: http://travel.detik.com/

Apa yang terbayang dalam benak kalian ketika melihat jembatan ini? Beranikah anda melintasinya? Bagi sebagian orang, tentunya hal ini cukup menakutkan. Bagaimana tidak ? Jembatan gantung dengan panjang 20 m dan lebar 1,5 m ini hanya beralaskan gabungan batang kayu, ditopang oleh tali-tali dan di bawah jembatan gantung ini terdapat sungai yang sangat lebar dan tidak jernih. Dapat dibayangkan bukan bagaimana goyangnya jembatan tersebut, belum lagi di tengah jembatan tersebut terdapat beberapa lubang karena ada batangan kayu yang hilang. Bagi pengunjung yang pertama kalin datang ke tempat ini tentu akan takut dan tidak berani melintasinya. Hal itu yang muncul dalam pikiran saya ketika datang ke tempat ini. Bagaimana jika saya jatuh? Bagaimana jika di dalam sungai terdapat buaya? Semua pertanyaan aneh muncul di benak saya.

Namun, bagi warga sekitar melewati jembatan ini adalah hal biasa dan tidak lagi menakutkan. Mengapa? Karena jembatan ini adalah satu-satunya jalan menuju desa mereka. Mereka bukannya tidak takut tetapi mereka tidak memiliki pilihan untuk takut karena beberapa aktivitas mereka seperti sekolah dan lain-lain harus melewati jembatan ini. Bahkan, kendaraan seperti motor dan sepeda jika ingin lewat pun harus melewati jembatan gantung ini. Kalau tidak, mereka harus berjalan membawa barang-barang yang harus diangkut atau harus berjalan jauh jika letak desa mereka jauh dari jembatan. Ironis bukan jika anda tinggal di daerah dimana jembatan ini merupakan satu-satunya jalan keluar dari desa anda dan banyak aktivitas vital yang harus kalian jalani di luar desa.

maxresdefault

Pantai Sawarna. Sumber: http://anekatempatwisata.com/

Hal yang lebih disayangkan lagi adalah tahukah anda jembatan gantung di daerah mana itu? Jawabannya adalah DESA SAWARNA. Ya Desa Sawarna adalah salah satu tempat wisata di daerah banten yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Pantai yang cantik, goa yang jarang ditemukan di kota besar, udara yang sejuk, dan pemandangan asri yang menghiasi desa ini. Di desa ini juga terdapat hewan yang jarang ditemui di Jakarta seperti tokek. Tokek adalah hewan sejenis kadal namun berukuran lebih kecil.  Jika ingin menengkan pikiran, pantai sawarna sangat cocok karena suasananya yang asri dan damai akan menenangkan pikiran kita. Selain itu, terdapat tambak lobster, tempat pembuatan gula aren, dan beberapa mata pencaharian lain yang dapat menambah wawasan kita. Pada Desa Sawarna juga terdapat penginapan yang disewakan bagi para wisatawan yang menjadi salah satu mata pencaharian tambahan bagi warga sekitar. Sayang sekali, jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju Desa Sawarna dan  jarak desanya pun cukup jauh dari jembatan tersebut.

Coba kita pikirkan apa yang terjadi jika jembatan itu runtuh? Semua aktivitas vital warga desa menjadi sulit, wisatawan tidak dapat berkunjung, salah satu penghasilan warga yaitu sewa penginapan terhenti, dan masih banyak hal lain yang juga ikut terhambat. Lalu dimana kepedulian masyarakat berpenghasilan besar dan memiliki hidup nyaman, dimana kepedulian Pemerintah pada tempat wisata ini? Seharusnya, perbaikan jembatan gantung ini menjadi perhatian pemerintah dan kita semua karena desa sawarna adalah warisan kekayaan Indonesia yang perlu dijaga dan dilestarikan. Penghasilan Negara pun dapat meningkat jika Desa Sawarna menjadi tempat wisata yang diminati oleh Turis.

Jadi tunggu apa lagi? Jika bukan kita siapa lagi yang akan mencintai negeri ini. Lestarikan dan Jaga negeri tercinta kita ini, Indonesia.