Katanya negeri ini kaya? Siapa tau kita malah belom tau negeri ini kaya?

image

Sehari-hari menjalani aktifitas rutin, sebagai mahasiswa, hanya beberapakali mengunjungi daerah, berbekal kamera dan ingatan, dan sedikit pengetahuan dasar tentang lingkungan sekitar, ingin berbagi sambil menceritakan potensi lingkungan dibalik kacamata penulis, sebagai fotografer yang sedang belajar, mencari sedikit arti dibalik bidikan kamera.

Yang kita lihat, baca dan dengar seringkali menjadi acuan untuk berwisata, untuk tau banyak mengenai keindahan negeri ini, melalui perantara media maupun langsung, dijuluki zamrud khatulistiwa sedangkan zamrud saja belum tau adanya dimana, dengan bahasa, kita tau itu mungkin cuma kiasan, atau disinilah gudangnya, sementara berita terus mengabarkan pengelolaan natural resources dan mineral terus meningkat harganya. Apa kita sudah kelebihan minyak dan emas sehingga diberikan konsesinya ke pihak luar? Apa kita belum mampu mengolahnya sendiri? Atau mungkin kita memang malu-malu kucing, lihat sekitar, pemasukan negara mungkin tinggi dari itu, tapi semua pasti habis pada akhirnya.

Peluang kedepan bagi saya itu semua sudah “basi”, semua tau fotografer cuma bisa motret, pengelolaan sumber daya memang seharusnya diberikan pada yang berpengalaman, disini saya hanya ingin menantang diri sendiri untuk menulis, toh juga masih dalam lingkup fotografi, dan hanya akan membahas unsur visualnya saja.

Tambang emas, gunung yang digali juga dapat menjadi objek fotografi yang bagus, apalagi daerah pertambangan. Lebih luas dari itu, keindahan negeri ini tersebar merata, sebagai daerah tujuan wisata, berlibur, bahkan dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi siapa saja. Unsur visual, setahun penuh tersinari matahari, hutan hujan dimana-mana, juga sebagai paru-paru dunia, selalu sejuk rasanya bila semakin banyak ditanami tanaman rindang, dihiasi awan teduh yang mendekorasi langit negeri ini, semakin lengkap rasanya kalau sumberdaya lingkungan dapat dijaga dan dirawat untuk dapat selalu bermanfaat bagi kita semua.

Sumber daya, materi? Visual bro. Perjalanan hidup, melihat keindahaan negeri ini melalui layar kaca, sawah hijau terbentang luas, ternyata emang beneran, apalagi dengan adanya fasilitas kemudahan internet, pertukaran informasi semakin lancar, tanpa terhambat ruang dan waktu, justru dapat menjadi sumber kemudahan mempromosikan sumberdaya alamnya masing-masing, untuk dapat dirawat bersama bagi setiap elemen masyarakat agar setelahnya ataupun proses perawatannya dapat terdokumentasikam dalam bentuk foto, dan dapat menjadi destinasi wisata yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang ramai diperbincangkan sekarang-sekarang ini.

Bagi saya, pengelolaan sumber daya alam seperti misalnya darerah wisata pegunungan maupun kepulauan, darat maupun laut sudah sangat positif perkembangannya, semakin dapat menjadi suatu yang sangat fresh dilihat, tanpa mengurangi unsur materi suatu sumber daya alam, malah dapat menjadi nilai tambah daerah wisata tersebut, sehingga pengelola dapat berinfestasi merawat lingkungan yang dikelolanya dengan tepat membayar pajak pada waktunya dan sesuai takarannya masing-masing, sehingga dalam hal ini negara sebagai fasilitator dapat diuntungkan dan hasilnya kembali lagi kemasyarakat dalam bentuk lain seperti halnya bantuan kesehatan dan pendidikan, yang dapat berdampak positif sebagai karya yang bermanfaat bagi daerahnya masing-masing.

Semakin indah suatu daerah, semakin tinggi rasa bangga penduduk yang menempati lingkungan tersebut, terlebih daerah tersebut dapat menjadi bahan perbincangan hangat khalayak sebagai pertimbangan destinasi wisats, tentunya selain dapat bermanfaat, juga dapat membuka lapangan perkerjaan maupun berkarya setiap individu, dan dengan gotong royong, suatu sumberdaya daerah, tidak terkhusus bidang lingkungan, keindahan lingkungan yang dibangun dengan unsur-unsur estetika dapat semakin menjadi nilai tambah bagi produktifitas penduduknya.