KESIAPAN KABUPATEN LEBAK BANTEN MENJADI KOTA DADAKAN

Dalam anugerah jurnalisme warga di Metro TV bebera waktu lalu, menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Ja’far mengatakan bahwa 6 dari 8 Kabupaten/Kota di Provinsi Banten dalah kategori tertinggal. Di Lebak, banyak sekali jembatan yang tidak layak pakai. Padahal, Provinsi Banten sangat dekat dengan pusaran kekuasaan pusat.
Isu penting untuk Kabupaten Lebak adalah dekatnya ibu kota Jakarta dengan Kabupaten Lebak karena transportasi kereta api yang lancar. Lama perjalanan melalui jalur kereta api adalah sekitar 2 jam saja. Dengan demikian pihak pengembang perumahan sangat tertarik dengan Kabupaten Lebak. Kabupaten Lebak sangat seksi bagi pengembang perumahan.
Group Ciputra merupakan pengembang raksasa melalui perusahaan PT Citra Maja Raya telah mempromosikan bahkan sudah menjual sekitar 20.000 rumah di Maja. Jika kita melihat rekam jejak Ciputra dalam membangun perumahan maka biasanya akan dibangun sebuah kota yang lengkap dengan fasilitas umum seperti pendidikan, rumah sakit. Diperkirakan kehadiran perumahan ini akan muncul sebuah kota dengan hingar bingar kota modern dengan segala konsekuensinya. Kehadiran PT Cita Maja Raya diperkirakan menghadirkan penduduk jutaan orang. Tinggal di Lebak menjadi pilihan yang tepat masyarakat Jakarta, umumnya daerah banjir.
Hal yang menarik seksinya isu di Kabupaten Lebak adalah hadirnya bandara pesawat terbang yang dimiliki PT Lion Air. Pihak PT Lion Air mengklaim bahwa perusahaan ini telah memiliki izin prinsip sekitar 4000 ha. Luasnya 2 kali lebih luas dari bandara Soekarno-Hatta. Investor Daily menuliskan 27/11/ 2014 bahwa konsep bandara yang didesain Lion, kata Rusdi, akan dipadukan dengan angkutan kereta api, transportasi ke pelabuhan, pusat grosir, dan perumahan atau properti. Rusdi menggarisbawahi pembangunan pusat grosir yang akan menampung pengusaha kecil-menengah. Pusat grosir ini jauh lebih besar dari Tanah Abang atau Mangga Dua. Dengan adanya pusat grosir, Rusdi berharap penumpang atau wisatawan, baik domestik atau asing yang selama ini berbelanja ke pusat grosir di Jakarta tidak perlu ke sana lagi.
“Jadi mereka bisa menghemat biaya transportasi dan akomodasi setidaknya Rp 1,5 juta. Yang lebih penting, kami ingin menumbuhkan UKM dan turut mengembangkan industri kecil yang belakangan produknya kalah bersaing karena gempuran produk Tiongkok,” tutur Rusdi.
Arus pembangunan menuju Lebak begitu dahsyat. Kabupaten Lebak akan digempur oleh dunia bisnis yang acapkali begitu kejam. Berbagai bidang bisnis telah melirik Kabupaten Lebak?. Bagaimana persiapan pemerintah Lebak. Setuju atau tidak, suka atau tidak suka bahwa pembangunan akan terus berjalan. Apakah masyarakat lokal sudah siap?. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang maka penduduk lokal akan menjadi korban pembangunan. Jumlah penduduk lokal Kabupaten Lebak menurut Lebak dalam angka sekarang 1.233.905. Akibat kehadiran bisnis di Kabupaten Lebak diperkirakan akan datang 1,5 juta bahkan lebih. Jumlah yang datang lebih banyak dari penduduk sekarang. Hal ini akan mengakibatkan konflik kepentingan.
Menyiasati Tsunami Penduduk
Hadirnya penduduk baru ke Kabupaten Lebak akibat kehadiran perumahan dan bisnis baru, maka konsekuensinya adalah penduduk lokal dan pendatang akan terjadi kompetisi yang tidak sehat. Kita akan melihat penduduk lokal akan menjual tanahnya kepada pendatang. Lama kelamaan penduduk lokal akan tergusur. Hal ini yang harus diproteksi oleh pemerintah dimulai dari Peraturan Daerah (PERDA) dan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Penduduk lokal tidak lagi sebagai penonton pembangunan tetapi tetap menjadi tuan rumah secara ekonomi dan politik.
Penduduk lokal harus mampu menyediakan kebutuhan penduduk pendatang yang bekerja di Jakarta. Penduduk lokal tidak menjual tanahnya, tetapi mengelola tanahnya untuk kebutuhan penduduk pendatang. Dengan demikian terjadi saling membutuhkan. Tidak dapat dipungkiri, naluri pendatang untuk membeli tanah, tetapi naluri itu harus dibendung dengan meningkatkan ekonomi masyarakat lokal dari hasil tanahnya.
Program jangka panjang yang harus dilakukan pemerintah ialah meningkatkan sumber daya guru-guru. Kita harus menyadari kualitas siswa sangat ditentukan oleh kualitas guru. Prof. Yohanes Surya mengatakan titik utama menjadi bangsa yang hebat ditentukan oleh kualitas guru. Pemerintah harus menginventarisasi guru yang layak dan tidak layak. Buruknya kualitas pendidikan kita ditentukan oleh kualitas guru. Terbukti, Indonesia selalu menjadi juara olimpiade sains dunia dibawah kepemimpinan Yohanes Surya. Apalagi, Yohanes Surya dan tim olimpiade sains ada di provinsi Banten.
Jika kita berpikir jauh kedepan, maka hal pokok yang dilakukan pemerintah Lebak bukan memperkuat pendidikan untuk diserap tenaga kerja. Tetapi anak-anak yang terpelajar untuk mengelola Lebak dengan pengetahuan yang baik dan berkeadilan.
Mengelola tanah dengan baik bukan menjualnya, membangun pendidikan yang baik dan berkeadilan menjadi kunci dan pondasi yang tidak dapat ditawar untuk sukses masa depan Kabupaten Lebak.