Konservasi Air Di Mulai Dari Dalam Rumah

Berdasarkan penelitian yang dikemukakan oleh Kepala Badan Geologi, R. Sukhyar, “kondisi cekungan air tanah Jakarta yang mencover 3 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat saat ini dalam kondisi yang sangat kritis akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan hingga mencapai 40%, padahal seharusnya maksimum penggunaan air tanah hanya maksimal 20% agar tidak terjadi intrusi air laut ke daratan.” Pemaparan ini menunjukkan betapa saat ini akibat pola perilaku masyarakat yang tidak terkendali dalam memanfaatkan atau mengelola sumber daya air telah menyebabkan satu daratan diproyeksikan akan tenggelam dalam waktu yang mungkin tidak terlalu lama lagi. Bahkan, berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), instrusi air laut di permukaan Kota Jakarta sudah mencapai 3 kilometer ke daratan, sedangkan instrusi air laut di bagian tanah dalam sudah mencapai lebih dari 10 kilometer ke daratan. Sehingga bisa dimaklumi jika sebagian masyarakat yang tinggal di Kota Jakarta sering mengalami krisis air bersih.

konservasi air
Konservasi air di mulai dari dalam rumah dan lingkungan sekitar kita (Dok: Pribadi)

Pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun juga menjadi salah satu faktor penting yang menyebabkan semakin bertambahnya konsumsi sumber daya air, sehingga mau tidak mau masyarakat saling berlomba untuk memperoleh sumber daya air. Hal ini bisa dimaklumi karena air merupakan faktor penting yang menunjang kelangsungan hidup manusia, tanpa air manusia tidak akan bisa mempertahankan kehidupannya bahkan hampir 60% tubuh manusia mengandung air. Seharusnya, dengan kesadaran bahwa air merupakan kebutuhan sangat vital bagi manusia, maka masyarakat harus berperan serta secara aktif untuk mempertahankan kelangsungan sumber daya air dengan pengelolaan yang baik. Bahkan, hal ini diperkuat dengan Undang-undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dimensi pengelolaan sumber daya air meliputi konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya rusak air, dan partisipasi masyarakat juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pengelolaan tersebut.

Sejak zaman dahulu, nenek moyang Bangsa Indonesia telah berupaya dan melakukan berbagai cara bahkan dengan aturan adat tertentu untuk menjaga kelestarian sumber daya air yang berada di sekitarnya. Tidak hanya itu, ada beberapa daerah di Indonesia yang memberlakukan ritual atau tradisi khusus yang bertujuan menjaga kelestarian sumber daya air hingga generasi berikutnya. Tentu saja hal ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal nenek moyang Bangsa Indonesia yang mendukung kelestarian sumber daya air untuk masa yang akan datang. Namun, kondisinya kini telah jauh berbeda, semakin pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat masyarakat semakin jauh dari perilaku dan tradisi luhur tersebut. Teknologi kerap digunakan untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara membabi-buta tanpa memikirkan akibat yang akan ditimbulkannya bagi kelangsungan habitat dan lingkungan alam di sekitarnya dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Lihatlah, berapa banyak bencana yang ditimbulkan akibat sikap yang tidak mengindahkan perilaku yang benar dalam menjaga kelangsungan hidup sumber daya alam, terutama air seperti bencana kekeringan yang berkepanjangan, krisis air bersih, bencana banjir, tanah longsor, dan masih banyak lagi. Untuk sedemikian banyak alasan tersebut, mari kita bergerak bersama untuk mulai melakukan konservasi air yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga di dalam rumah. Percayalah, tindakan yang tampak remeh dan kecil tersebut justru merupakan cikal bakal bagi perubahan besar dalam membentuk perilaku yang cerdas dari masyarakat untuk mengelola sumber daya alam bagi keberlanjutan ketersediaan air untuk masa yang akan datang.

Setidaknya, ada 3 langkah yang dapat diterapkan untuk langkah konservasi air dari dalam rumah, yaitu dalam bentuk :

  1. Perubahan Perilaku (Change In Behavior). Langkah konservasi ini berkaitan dengan perubahan perilaku anggota keluarga dalam masyarakat untuk mengelola sumber daya air terutama dalam hal efisiensi penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga. Konsumsi air untuk kebutuhan rumah tangga memang memiliki persentase terbesar dibandingkan sektor lainnya. Jadi sangat wajar jika dikatakan konservasi air yang di mulai dari dalam rumah merupakan langkah tepat untuk mengelola sumber daya alam dalam lingkup yang lebih besar dan luas lagi. Konservasi tersebut bisa meliputi berbagai perilaku seperti melakukan penghematan air atau memakai air seminimal mungkin, tidak membuang sampah sembarangan, memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, Menanam pohon setidaknya satu pohon dilingkungan atau halaman rumah, serta menyediakan tempat untuk resapan air sehingga diwaktu musim hujan air hujan akan langsung meresap ke dalam tanah.
  2. Penggunaan teknologi untuk peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan dan hemat air dengan Eco-Labeling. Memang untuk beberapa jenis peralatan yang telah di labeli ramah lingkungan dan hemat air memiliki harga yang mungkin jauh lebih mahal dan masih langka di Indonesia. Namun untuk jangka panjang penggunaan peralatan rumah tangga jenis ini merupakan salah satu langkah konservasi air yang berkelanjutan.
  3. Penggunaan teknologi untuk memanfaatkan air hujan. Terkadang di musim penghujan di mana air sangat berlimpah terkadang terbuang sia-sia, untuk itu langkah memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air dalam rumah tangga merupakan solusi untuk memulai aksi konservasi air dari dalam rumah. Tentu saja, air hujan tersebut tidak serta merta dipergunakan, melainkan harus melalui sebuah teknologi agar hasilnya maksimal dan sesuai standar konsumsi rumah tangga. Namun, teknologi tersebut bisa dipilih yang paling sederhana dan yang paling penting memenuhi standar ekonomis serta layak konsumsi. Aksi konservasi dengan memanfaatkan air hujan ini merupakan salah satu solusi alami untuk memenuhi kebutuhan air dalam rumah tangga tanpa harus mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Selain itu, air hujan yang dimusim penghujan berlimpah ruah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap keluarga di Indonesia untuk memenuhi konsumsi air dalam rumah tangga, dan setidaknya hal ini bisa mengurangi eksploitasi air tanah secara berlebihan, baik dalam bentuk sumur gali maupun sumur bor.

Mungkin, masih banyak langkah konservasi air yang bisa dilakukan tiap keluarga dalam masyarakat dari dalam rumah, namun yang pasti dan yang paling penting menumbuhkan kesadaran untuk berpartisipasi dalam mengelola sumber daya alam terutama air merupakan langkah penting dan sangat vital mengingat saat ini sebagian besar bencana lingkungan disebabkan ulah masyarakat. Jika kita tidak segera melakukan langkah konservasi air dari dalam rumah sejak dini, maka diperkirakan di masa yang akan datang di mana kebutuhan air akan semakin meningkat kemungkinan krisis air yang parah bisa saja terjadi. Mari kita jaga dan sayangi sumber air kita untuk masa depan bumi yang lebih baik, jika bukan kita lantas siapa lagi?

Referensi tulisan :

http://www.academia.edu/7155280/PENINGKATAN_PERAN_MASYARAKAT_DALAM_PENGELOLAAN_SUMBER_DAYA_AIR

http://www.academia.edu/6463161/Konservasi_Air_dalam_Rumah_Tangga_Efisiensi_untuk_Keberlanjutan