Masyarakat Hukum adat dan Kebijakan Pemerintah

Berdasarkan dari CIA World Factbook  pada tahun 2004 Negara Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Posisi pertama ditempati China, kemudian India, dan Amerika. Selain itu, berdasarkan data dari Sensus Penduduk terakhir yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, diketahui jumlah suku di Indonesia yang berhasil terdata sebanyak 1.128 suku bangsa. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, harusnya Indonesia bisa jauh lebih maju. Indonesia mempunyai kekayaan alam yang melimpah, namun tidak didukung dengan ketrampilan para penduduknya.

Beragam suku bangsa tinggal di pulau-pulau di Indonesia. Mereka mempunyai peraturan tersendiri dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Masyarakat Indonesia kebanyakan masih  bersifat tradisional, terutama di daerah-daerah terpencil. Mereka menerapkan momunikasi tradisional dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Masyarakat dengan sistem komunikasi tradisional lebih menghargai pembawa pesan daripada isi pesan tersebut. Maksudnya, mereka akan lebih mendengarkan kepala adat dalam pengelolaan sumber daya alam daripada orang biasa.

Pada masyarakat hukum adat berlaku hukum adat yang mengatur pengelolaan sumber daya alam sebagai sumber kehidupannnya dengan segala kearifannya. Setiap daerah memiliki hukum adat yang berbeda mengenai praktek pengelolaan sumber daya alamnya. Contohnya di Nusa Tenggara Timur dikenal mamar. Mamar merupakan sistem usaha tani di Pulau Timor yang dikembangkan pada satu hamparan lahan di sekitar sumber air atau zona tertentu. Mamar merupakan sumber kehidupan bagi orang Timor, Rote dan Sabu, karena kebutuhan kesehariannya ditanam di lahan ini dan selalu di dominasi oleh tanaman seperti; pisang, kelapa, pinang dan sirih. Kepemilikan mamar bersifat komunal dimana ada kesepakatan bersama dan melembaga diantara para pemilik yang berasal dari beberapa marga.

Kesepakatan ini mengatur batasan masa rotasi panen, pembagian hari untuk jatah pengairan tanaman, serta pemasangan beberapa atribut adat sebagai simbol larangan pada lokasi tertentu. Apabila terjadi pelanggaran makan akan ada sanksi yang dikenakan seperti Kalimantan Barat dengan Tembawang. Tembawang adalah suatu bentuk sistem penggunaan lahan yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan, mulai dari pohon-pohon besar berdiameter lebih dari 100 sentimeter hingga tumbuhan bawah sejenis rumput-rumputan. Sistem ini dikelola dengan teknik-teknik tertentu sesuai dengan kearifan lokal mereka dengan mengikuti aturan-aturan sosial, sehingga membentuk keanekaragaman yang kompleks menyerupai ekosistem hutan alam dan masih banyak yang lainnya.

Adanya adanya kebijakan pemerintah mengenai status dari suatu kawasan dimana didalamnya terdapat sekelompok masyarakat adat, membuat ruang gerak dari masyarakat hukum adat menjadi terbatas dalam hal pemanfaatanya. Disatu sisi pemerintah ataupun swasta tidak memberikan alternatif lain untuk mensiasati hilangnya lahan yang biasa dikelola oleh masyarakat hukum adat. Lama-kelamaan hal ini dapat menimbulkan konflik.

Kenyataan tersebut mengundang berbagai reaksi yang menuntut pengakuan masyarakat adat terhadap pemanfaatan hutan, serta hak otoritas untuk mengatur ekosistem hutan masyarakat adat. ILO pada Konvensi Masyarakat Hukum Adat (Konvensi ILO mengenai Masyarakat Hukum Adat, 1989 No.169) menulis bahwa Masyarakat Hukum Adat merupakan bagian dari masyarakat yang sering kali terlupakan dalam kegiatan pembangunan dan tidak terlindungi secara efektif oleh hukum dan kebijakan yang ada.

Dalam rangka pengelolaan sumberdaya alam dalam wilayah masyarakat adat sudah saatnya masyarakat adat mengambil peran penting. Otonomi desa yang diberikan oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 memberikan peluang bagi masyarakat adat berpartisipasi dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat adat harus memberdayakan diri dan tidak lagi memberikan peluang untuk diperdayakan demi kepentingan politik dari kelompok maupun individu. Masyarakat adat mempunyai kapasitas untuk membangun dirinya sehingga mampu bersaing dalam situasi apapun.5849_124266240746_123722375746_2358738_6145070_n - Copy