Partisipasi Masyarakat Nelayan Sungai Serkap dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam

Pelaksanaan kegiatan ini berawal dari tujuan utama yang untuk kepentingan bersama ingin mempertahankan yang masih tersisa, lokasi ini sangat jauh dari pemukiman dan hanya dihuni oleh beberapa orang, mereka menyebut dirinya “Nelayan Serkap”. Nelayan sungai serkap adalah nelayan yang mencari ikan dikawasan hutan rawa gambut Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, dengan alat tangkap tradisional dan masih taat dengan aturan aturan lingkungan hidup serta norma norma ekologis, saat ini tercatat sekitar 10-15 KK nelayan mandah yang menghuni Sungai Serkap. Nelayan sungai serkap merupakan nelayan yang pada umumnya memiliki ikatan keluarga antara satu dengan yang lainya,

Mereka telah membuktikan bahwa manusia bukanlah mahkluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lain, melainkan bahwa manusia beserta mahluk hidup yang ada dibumi ini adalah mahkluk ekologis, artinya manusia beserta mahluk hidup yang ada dibumi ini tidak bisa hidup tanpa alam sekitarnya. Berkaca dari gaya hidup masyarakat nelayan Serkap, ternyata kita perlu banyak belajar dari mereka tentang cara mengaplikasikan kehidupan secara ekologis yang menjunjung tinggi norma norma Etika Lingkungan Hidup.

Kehidupan masyarakat Nelayan Sungai Serkap sepenuhnya bergantung pada alam sekitarnya, Kehidupan mereka bersifat mandah, yaitu kegiatan mencari ikan kehutan selama berbulan bulan dan meninggalkan rumah dan keluarganya di desa. Rata rata masyarakat nelayan sungai serkap pendidikannya tamatan sekolah dasar bahkan tidak jarang yang tidak mencicipi bangku pendidikan sama sekali, kondisi ini memprihatinkan terhadap anak anak mereka yang tinggal di desa, kenyataan yang terjadi bapak bapak nelayan sungai serkap tidak terlalu mementingkan pendidikan anak anak mereka, hal ini membuktikan bahwa nelayan sungai serkap tidak diperhatikan oleh pihak yang berwajib atau pemerintah, sehingga wajar jika mereka kurang peduli terhadap masa depan pendidikan anank anak mereka.

Jika diperhatikan dengan seksama disamping mencari ikan secara tidak langsung masyarakat nelayan sungai serkap ini sudah melakukan kegiatan pengawasan hutan yang masih tersisa di kawasan tersebut, hal ini dibuktikan dengan tingginya antusias masyarakat tersebut mencari informasi terhadap orang baru yang masuk kewilayah tersebut,  seharusnya dengan demikian masyarakat nelayan sungai serkap meski harus lebih diperhatikan.

Pendapatan masyarakat nelayan sungai serkap yang tergabung dari beberapa desa yaitu desa teluk meranti, desa teluk muda dan desa bunut rata rata pas pasan, tidak jarang mereka tekor, hasil pendapatan tidak sesuai dengan biaya hidup selama mencari ikan, sehingga harus berhutang kepada toke.

Kondisi seperti ini seharusnya sudah tidak ada lagi di provinsi riau ini, kegiatan kegiatan pembinaan dan peningkatan keterampilan dalam bidang usaha yang ditekuninya sudah seharusnya dilakukan terhadap mereka, dan membuka pola pikir masyarakat tersebut tentang pentingnya arti pendidikan untuk membuka pola pikir dan mampu mengelola dan mempertahankan hak hak mereka jika sewaktu waktu terjadi perampasan hak oleh pihak yang hanya akan mementingkan kepentingan individu kelompoknya. Semua kondisi yang terjadi saat ini harus segera dicarikan solusi dan jalan keluar dari permasalahan mereka sebagai penghuni “sungai serkap”.

Saat ini hal yang paling memungkinkan dilakukan terhadap mereka adalah pembinaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan menggali potensi sumberdaya alam sekitarnya, sehingga tanpa menyentuh/merusak alam sekitarnya maka secara tidak langsung pendapatan ekonomi masyarakat nelayan setidaknya bisa meningkat jika kawasan ini memiliki potensi wisata dan diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, ini tidak tertutup kemungkinan.

Hal utama yang harus dilakukan terhadap masyarakat nelayan Sungai Serkap adalah Peningkatan kualitas Produk Ikan Salai mereka, saat ini kualitas produksi ikan salainya masih tergolong kualitas bagus, namun yang perlu ditingkatkan adalah sanitasi dan model pengemasan dan pemasaranya. Keistimewaan ikan salai sungai serkap adalah ikan yang disalai merupakan ikan alam hasil tangkapan nelayan dengan alat yang sederhana dan terbatas, jika dibandingkan dengan ikan salai wilayah lain, ikan salai sungai serkap lebih enak dan harum. Ini disebabkan karena ikan yang disalai adalah ikan alam dan kayu yang digunakan juga tipe kayu yang bagus untuk pengasapan ikan salai.

Berdasarkan dari hasil observasi yang dilakukan, masyarakat nelayan sungai serkap melakukan pengasapan ikan dengan cara yang sangat sederhana, yaitu dengan menggunakan tungku pengasapan yang terbuka, sehingga disamping rendahnya sanitasi mutu ikan tersebut, cara seperti itu juga melakukan pemborosan bahan bakar yang untuk mendapatkannya harus dicari kehutan. Dengan demikian masyarakat yang mata pencarianya sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan ikan tersebut perlu mendapatkan pengetahun tentang metode pengasapan yang lebih modern dan efektif, salah satunya adalah pembuatan rumah asap mini bagi setiap nelayan.

keuntungan dari pengasapa ikan dengan menggunakan rumah asap adalah suhu pengasapan dapat dikontrol, waktu pengasapan relatif lebih cepat dari sebelumnya dan bahan bakar yang digunakan relatif lebih hemat, perbandingannya adalah 1 tungkal bahan bakar kayu malas untuk satu kali proses pengasapan dengan meggunakan open/rumah asap, sedangkan dengan tungku pengasapan menghabiskan tiga tungkal bahan bakar kayu malas, ini jelas membuktikan bahwa pengasapan dengan menggunakan rumah asap lebih praktis.