“PENGGUNAAN ALAT TANGKAP SNTS (Simple Net Torch System) SOLUSI PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM YANG BERKELANJUTAN BAGI HABITAT IKAN DAN EKOSISTEM SUNGAI WAY TULANG BAWANG PROVINSI LAMPUNG”

Sungai memiliki peran strategis sebagai salah satu sumberdaya alam yang  mendukung kehidupan masyarakat, secara historis sungai telah terbukti menjadi pusat pertumbuhan masyarakat. Begitupun dengan sungai Tulang Bawang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar sejak dahulu. Sungai yang panjangnya mencapai 136 km dengan luas daerah aliran sebesar 1.285 km2 ini membujur dari barat ke timur Kabupaten Tulang Bawang ini menjadi memiliki berbagai fungsi baik ekonomi, sosial maupun ekologis.

Kabupaten Tulang Bawang merupakan salah satu daerah otonom di Provinsi Lampung yang kaya dengan sumberdaya perairan, baik sungai, rawa dan pesisir. Secara historis sungai-sungai di Tulang Bawang merupakan denyut nadi perekonomian di daerah Tulang Bawang. Secara topografi, daerah Tulang Bawang terdapat daerah River Basin atau Daerah Aliran Sungai (DAS), terdapat 2 River Basin yang utama yaitu river basin Tulang Bawang dan river basin sungai-sungai kecil lainnya. Daerah ini memiliki luas 10.150 km2 dengan panjang 753 km yang digunakan untuk kegiatan perikanan.

Perekonomian masyarakat sekitar sungai Tulang Bawang didominasi oleh nelayan dan petani, sebagaian besar penduduk sekitar sungai Tulang Bawang berpendidikan Sekolah Dasar bahkan tidak menempuh pendidikan, hal ini tentunya terkait dengan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya upaya pemeliharaan sungai. Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, terdapat sekitar 91 spesies ikan di perairan Tualng Bawang yang potensial untuk dikembangkan dan telah menjadi bahan pangan masyarakat.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang hidup di jalur DAS Tulang Bawang adalah menurunnya hasil tangkapan ikan dari tahun ke tahun dikarenakan penangkapan yang berlebihan (Over Fishing) dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan yang berbahaya bagi habitat ikan dan ekositem sungai Tulang Bawang seperti strum, bom ikan, potas dan alat-alat yang berbahaya lainnya yang menyebabkan hilangnya spesies ikan tertentu, merusak habitat ikan dan ekosistem sungai Tulang Bawang Provinsi Lampung.

Biodiversitas hayati baik ikan maupun komoditas perikanan lainnya sangat penting bagi perekonomian masyarakat sekitar DAS dan pesisir Kaupaten Tulang Bawang, namun beberapa spesies ikan lokal yang ditemui di Sungai Tulang Bawang yang terancam punah. Padahal sebagian dari spesies tersebut merupakan aset Kabupaten Tulang Bawang dan memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti: ikan botia, jelabat, arwana, belida, baung dan lainnya. Berdasarkan pengamatan kami, spesies ikan tersebut sangat susah di domestikasi. Domestikasi merupakan proses yang perlu dilakukan bertahap dan berkesinambungan yang diawali dengan eksplorasi sumberdaya, pengujian lingkungan buatan, dan percobaan pemijahan.

Meskipun penelitian-penelitian tentang domestikasi telah banyak dilakukan oleh mahasiswa di Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Tetapi, sedikit sekali yang berhasil melakukan proses domestikasi dan bahkan banyak mahasiswa yang mengganti penelitiannya dengan judul lain karena susahnya domestikasi ikan-ikan tersebut. Sehingga jika dengan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan yang akan merusak habitat ikan dan ekosistem sungai. Bagaimana ketersediaan ikan-ikan di habitatnya yang belum bisa di domestikasi untuk keberlanjutan jangka panjang???

Untuk menghindari kepunahan terhadap sumberdaya tersebut, maka perlu dilakukan upaya perancangan bangun dengan menggunakan metode SNTS (Simple Net Torch System) Sebuah alat penangkapan ikan ramah lingkungan yang berkelanjutan dan tidak berbahaya bagi habitat ikan, ekosistem sungai, serta lebih ekonomis untuk diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat sekitar Dearah Aliran Sungai (DAS) Way Tulang Bawang Provinsi. Sehingga alat tangkap ikan dengan metode SNTS di Sungai Way Tulang Bawang ini prosfektif untuk di realisasikan.

Ari Widodo_Lomba Esai_Universitas Lampung_Gambar

Mengenal Alat Tangkap Dengan Metode SNTS

Alat tangkap ikan dengan metode SNTS (Simple Net Torch System) merupakan metode penangkapan ikan yang sederhana yang didesain sedemikian rupa untuk memudahkan penangkapan ikan yang ramah lingkungan dalam jumlah yang besar. SNTS (Simple Net Torch System) dilengkapi dengan tenaga obor yang di pasang di setiap tiang pancang atau dengan panel surya pada perancangan SNTS yang berfungsi untuk menarik ikan-ikan yang jaraknya jauh dari alat tangkap yang sudah terpasang. Selain itu juga SNTS ini dilengkapi dengan lampu elektrik yang mampu memberikan cahaya didalam air yang dipasang di dalam alat tangkap SNTS ini yang berfungsi untuk menarik ikan-ikan yang telah mendekat dengan alat tangkap agar masuk ke alat tangkap SNTS yang sudah dipasang.

Ukuran dari mesh size SNTS ini tidak seragam karena ada pada titik-titik tertentu yang menggunakan mesh size 4 cm yang berfungsi untuk tempat keluarnya ikan-ikan kecil, benih ikan, dan juvenil yang ikut tertangkap. SNTS ini juga didalamnya di lengkapi dengan ranting-ranting kayu sebagai lapisan dasar dan pelepah pohon kelapa di lapisan atas yang berfungsi untuk membuat ikan yang tertangkap betah didalamnya dan menduga bahwa alat tangkap SNTS ini sebagai habitat aslinya di alam.

Selain itu juga sistem SNTS ini juga dapat menampung sampah-sampah sungai yang hanyut karena letak alat SNTS ini dipasang di pinggir sungai yang menghadap ke hulu yang membuat sampah akan masuk ke alat tangkap SNTS ini dan pada saat pengangkatan alat SNTS ini secara otomatis sampah juga akan ikut tersangkut didalamnya. Pada saat yang bersamaan sampah akan naik ke daratan dan sampah di sungai juga akan ikut berkurang serta mengurangi pencemaran sungai.

Sehingga Penangkapan dengan metode SNTS lebih unggul dibandingkan dengan penangkapan menggunakan alat tangkap yang sudah ada seperti pancing, tombak, dan bubu. Para nelayan sedikit sekali mendapatkan tangkapan ikan dari alat-alat tersebut. Ini bahkan menjadi dorongan para nelayan untuk melakukan tindakan-tindakan yang merugikan lingkungan dan menimbulkan perbuatan yang curang dengan menangkap ikan secara berlebihan (over fishing) menggunakan alat tangkap yang dilarang oleh pemerintah.

Dari hasil rancang bangun dengan SNTS ini nantinya diharapkan tercipta sebuah alat penangkapan ramah lingkungan yang berkelanjutan bagi habitat ikan dan ekosistem sungai di Way Tulang Bawang Provinsi Lampung tanpa memutus siklus hidup habitat ikan dan merusak ekosistem sungai yang didukung dengan peranan aktif dari masyarakat sekitar sungai Way Tulang Bawang Provinsi Lampung.

Sumber Pustaka

Aburachman. S. 2007. Membangun Kemandirian Kabupaten Tulang Bawang. Indo Media Global. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Panjang Sungai Way Tulang Bawang Provinsi Lampung, 2012.

Manik, K.E.S. 2010. Kondisi Aktual Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Lampung.

Radarwati S, Basoro MS, Monintja DR, Purbayanto A. 2010. Alokasi Optimum dan Wilayah Pengembangan Berbasis Alat Tangkap Potensial Teluk Jakarta. Marine Fisheries 1(2): 189-198.

Rasdani, M., 2005. Usaha Perikanan Tangkap yang Bertanggung Jawab. Makalah disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Sumberdaya Ikan tanggal 14 – 24 Juni 2005. BPPI Semarang.