Budaya bisa hilang, karena hutan habis

tahap ketiga dari proses menenun (Tenun Ikat). Dusun Umin, Desa Umin Jaya,
Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Nenek suku Dayak Desa (foto) memasuki tahap ketiga dalam menenun (Tenun Ikat), sebelumnya proses pembuatan motif dengan mengikat untaian benang menggunakan tali rapia atau tali dari karung beras, dan proses pencelupan warna menggunakan ekstrak daun kerbang (pewarna alami) yang diambil dari hutan sekitar desa. proses tahap ketiga adalah membuka kembali ikatan-ikatan dan mulailah menenun. Proses menenun menggunakan pewarna alami memang terbilang lama karena proses pencelupan warna yang tidak hanya sekali hingga kepekatan warna pada benang sesuai dengan yang diinginkan. Mengenai bahan untuk membuat pewarna alami (daun kerbang, akar mengkudu, daun tarum, dsb) dikeluhkan penenun bahwa bahan-bahan di hutan semakin sulit ditemukan karena hutan alami sekitar mereka berganti alih menjadi perkebunan sawit, maka dari itu tidak jarang penenun memilih menggunakan pewarna kimia (neptol) yang dapat dibeli di warung atau koperasi. Kini, beberapa LSM menyerukan kepada warga desa penenun (di kabupaten Sintang) untuk kembali menggunakan pewarna ramah lingkungan dengan membuat kebun warga untuk mendukung bahan pewarna alami. (Dusun Umin, Desa Umin Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat).