DANAU WAIBELEN

DANAU WAIBELEN

Danau ini bernama Danau Waibelen. Dari asal kata bahasa daerah setempat, wai artinya air, dan belen artinya besar atau luas. Sehingga Waibelen diartikan sebagai air yang besar atau luas. Danau Waibelen terletak di kampung Riangpuho Desa Waibao Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Dikalangan masyarakat Kabupaten Flores Timur pada umumnya, danau ini dikenal dengan nama Danau Asmara. Penyebutan nama ini, kira- kira sejak tahun 1974 sesaat setelah ditemukan sepasang kekashi pria bernama Lio kellen dan Perempuan bernama Nela Kelen nekat bunuh diri di pusaran danau, karena hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua mereka, karena keduanya masih bertalian keluarga. Mereka, berasal dari kampung yang sama yaitu Tengadei di desa Waibao. Danau ini seperti sebuah kawah dan nampak bulat jika dilihat dari atas. Memiliki diameter kurang lebih 1 kilometer. Di sekitar danau, ditumbuhi pohon- pohon yang masih asri dan alamiah. Ada jalan yang dibuat warga mengelilingi Danau ini. Dan untuk turun ke danau ditempuh kurang lebih 500 meter melalui jalan setapak yang dibuat warga setempat. Dari semua sisi, kita bisa melihat langsung indahnya danau ini. Potensi keindahan alam di seputaran danau Waibelen saat ini, belum dimanfaatkan secara maksimal dari sisi promosi sebagai obyek wisata untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh beberapa warga, danau Waibelen dimanfaatkan sebagai sumber air yang berfungsi untuk budidaya tanaman sayur- sayuran di sekitar danau. Danau Waibelen terletak di bagian utara Larantuka ibu kota Kabupaten Flores Timur. Jarak dari kota Larantuka menuju ke danau kurang lebih 45 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam. Waktu tempuh sangat dipengaruhi oleh keadaan jalan yang rusak. (Maksimus Masan Kian – 085 253 456 413)