Ikan segar dari tangan nelayan Pulau Sapeken

Para nelayan sedang bongkar muatan berupa hasil tangkapan ikan layah (decapterus) dari kapal besar (bido').

Bongkar muatan setelah semalam mengadu nasib di lautan. Kapal besar ini biasa disebut bido' oleh warga Pulau Sapeken, biasanya bukan juragan biasa yang memiliki bido' ini. Pagi itu nelayan mengangkut semua hasil tangkapan lalu ditimbang dan siap diolah ke tangan tengkulak, dengan hasil tangkapan ber basket-basket ikan layah (decapterus) menggunakan alat tangkap purse seine termasuk modern, menurut salah satu nelayan. Pada bulan Oktober ini memang terbilang belum musimnya ikan, karena belum masuk terang bulan. Menurut para nelayan, ketika setelah terang bulan ikan-ikan melimpah dan harga ikan bisa turun karena begitu berlebih. Hasil tangkapan nelayan Pulau Sapeken kebanyakan terbagi dua untuk konsumennya, yaitu ke Bali untuk ikan-ikan segar dan ke Surabaya (wilayah Jawa Timur) untuk ikan-ikan olahan serta untuk pangan sehari-hari warga Pulau Sapeken. (Pulau Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, 2015).