Kami butuh yang cepat, untuk hidup sehari-hari

Tiga truk membawa muatan tanah untuk bahan baku dasar bangunan.

Sekilas tampak danau indah dengan poros jalan besar ditengahnya, hingga mobil truk besar muatan dapat melewati jalan itu. Ternyata, "wah dulu saya bertani di sawah yang sekarang jadi danau itu". ujar salah seorang warga Desa Pasir Jaya. "karena ada yang memulai untuk mengeruk tanah lalu dijual dan dapat uang langsung per hari, jadi sekarang hampir penduduk desa bekerja sebagai buruh pengeruk tanah". lanjutnya. Potret danau itu hanya sebagian dari pemandangan di Desa Pasir Jaya, petani yang beralih profesi merasa lebih menghasilkan ketika menjadi buruh pengeruk tanah karena uang yang didapat pada tiap harinya (75-85 ribu) dibanding menjadi petani yang dapat uang ketika musim panen tiba. (Desa Pasir Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor, 2013)