Si Manis Apis Dorsata dari Hutan Mangrove Pulau Padang Tikar

DSC01595Pada perjalanan kali ini saya beranjak dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat menuju sebuah Pulau yaitu Pulau Padang Tikar yang terletak di Kabupaten Kuburaya, Kalimantan Barat sebelah selatan yang berbatasan dengan pulau Maya Karimata. Pulau Padang Tikar terdapat 11 desa yang ada di dalamnya yaitu Desa Batu Ampar, Desa Teluk Nibung, Desa Nipah Panjang, Desa Medan Mas, Desa Padang Tikar 1, Desa Padang Tikar 2, Desa Tsikmalaya, Desa Sugai Besar, Desa Sungai Jawi, Desa Ambarawa dan Desa Tanjung Harapan. Pulau Padang Tikar adalah salah satu pulau yang memiliki kekayaan hutan mangrove terbaik di Kalimantan Barat, sebagai mana kita ketahui hutan mangrove sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan masyarakat pesisir salah satunya adalaha tempat hidup flora dan fauna, contoh fauna yang saya temukan dalam perjalanan ini adalah jenis lebah Apis Dorsata yaitu lebah yang sangat langka dan sampai saat ini belum bisa di budidayakan oleh ilmuan dalam ruangan tertutup di karenakan lebah ini hanya akan hidup dan tinggal di kawasan hutan yang memiliki pollen (sumber protein dan lemak namun sedikit karbohidrat dan mineral,biasanya di peroleh dari tepungsari tanaman) dan nektar (zat manis yang berasal dari tanaman dan mengandung 15-50% larutan gula) yang di sukainya saja. Lebah hutan Apis Dorsata termasuk kerajaan Animalia,filum Arthopoda,kelas Insecta, ordo Hymenoptera, Famili Apidae, Genus Apis dan Spesies A. Dorsata. Seperti kebanyakan lebah lainnya lebah Apis Dorsata hidup berkoloni, setiap rata-rata koloni berkisar 60-70 ribu lebah dengan ukuran sarang kisaran 2×1 m. Bentuk sarang lebah madu Apis Dorsata yang ada di Pulau Padang Tikar adalah lonjong bulat dan pada ujung sarang biasa terdapat sarang yang berwarna putih yaitu sarang lebah yang berisi madu dan sarang selanjutnya adalah sarang lebah yang berisi anakan lebah dan sarang di ujung bawah adalah sarang kosong, dalam satu sarang lebah terdiri dari:

  1. Ratu Lebah ( Queen Bee) yaitu jenis lebah yang paling besar di dalam koloni tersebut dan menpunyai tugas dengan bertelur sepanjang hidupnya biasanya ratu lebah mampu bertelur sebanyak 1500-2000 butir setiap hari.
  2. Lebah Jantan (Drones) yaitu lebah yang lebih kecil dari ratu lebah yang menpunyai tugas menbersihkan sarang dan menjaga sarang dengan fungsi utama adalah mengawini ratu lebah.
  3. Lebah Pekerja yaitu lebah yang sepanjang hidupnya hanya bekerja mencari cadangan makanan untuk ratu lebah dan lebah jantan dan melindungi sarang lebah dari serangan apapun.

Di Pulau Padang Tikar sendiri mayoritas dari suku Bugis dan suku lainnya adalah jawa, melayu,dan madura dengan pekerjaan sehari-hari sebagai 70% nelayan, 20% petani dan 10% pegawai. Hutan mangrove yang sangat hijau adalah sumber dari kehidupan masyarakat yang ada di pulau ini, dalam kesahariannya masyarakat di pulau Padang Tikar ini sangat bergantung pada hutan.

Lebah madu mangrove yang ada di Pulau Padang Tikar biasanya hinggap di kayu Bakau ( Rhizophora/red mangrove) dan kayu Nyirih ( xylocarpus granatum). Menurut hasil tanya jawab yang saya lakukan dengan Pemuar (petani) madu mangrove yang ada di Pulau Padang Tikar, tata cara panen madu mangrove adalah:

  1. Persiapan tenaga kerja yang akan memanen lebah madu.
  2. Menpersiapkan Alat yang akan di gunakan yaitu, pisau, ember, jaring wajah, daun nipah yang sudah di bakar dan di buat asap
  3. Pemanjat lebah kemudian memanjat pohon hinggapan lebah mangrove dan memotong habis sarang lebah dan di masukan ke dalam ember yang telah di bawa oleh pemanjat.
  4. Selanjutnya setelah sampai di bawah sarang tersebut kemudian di tiriskan namun ada juga dari beberapa petani yang memerasnya untuk memisakan madu dari sarang lebah.
  5. Madu lebah mangrove kemudian di kemas ke dalam botol dan siap di konsumsi mau pun di jual dengan harga berkisar Rp. 80.000-, sampai Rp 120.000-,

Harapan pemuar madu mangrove yang ada di Pulau Padang Tikar kedepannya adalah mereka bisa mendapatkan bimbingan dalam mengelolah dan memanen madu mangrove secara lestari agar bisa di jadikan sebagai lahan pekerjaan kedepannya.

Kekayaan sumber daya alam yang di miliki Pulau Padang Tikar sampai saat ini sangat lah menarik perhatian masyarakat Kalimantan Barat mau pun di luar Kalimantan Barat, karena bukan hanya dari segi hutan yang sangat kaya dan juga hijau tetapi juga kekayaan laut yang di miliki oleh Pulau Padang Tikar ini sangat lah lengkap dan indah mulai dari berbagai jenis kepiting, udang, kepah, reptil dan berbagai jenis ikan yang ada di lautnya.

 

“selamatkan alammu agar menjadi warisan untuk anak cucumu”                      

Proses Pengasapan yang dilakukan saat pemenenan

DSC01543

jenis sarang lebah yang ada berisi madu

 

DSC01546