Tantangan dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Studi Kasus: Kaimana, Mahligai di Selatan Papua

 

55618a2a0423bde05a8b4567

Papua, merupakan tanah yang kaya akan berbagai potensi sumber daya alam mulai dari hasil hutan, laut hingga pertambangan. Bahkan, julukan paru-paru dunia milik Hutan Amazon di belahan selatan Benua Amerika telah beralih ke Pulau Papua secara keseluruhan sebagai sebuah pulau yang dimiliki oleh dua negara yakni Indonesia dan Papua Nugini. Namun, identitas Papua sebagai lumbung sumber daya alam tidak sebanding dengan taraf hidup masyarakat suku asli yang mendiami Papua. Sudah menjadi rahasia umum bahwa taraf hidup masyarakat di Provinsi Papua khususnya masyarakat asli masih jauh dari ambang batas kesejahteraan. Kemiskinan, kelaparan, hingga gizi buruk telah menyentuh level paling memprihatinkan di Papua yakni mortalitas. Ketimpangan tidak hanya terlihat antara Jakarta dan Papua, intra Papua sendiri terdapat ketimpangan dari segala sudut. Fenomena miskin-kaya, pribumi-pendatang, hingga keindahan alam Papua yang belakangan menjadi primadona serta kekayaan sumber daya alam yang dimiliki berbanding terbalik dengan kondisi sosial.

bandana kaimana

Nampaknya sudah terlalu usang berbicara mengenai Papua dengan poros perhatian yang itu-itu saja seperti Raja Ampat, Freeport, Jayapura kota termaju, Manokwari kota injil. Tanpa mendiskreditkan problem Papua yang terkait dengan hal tersebut, mari sedikit bentangkan cakrawala mengenal Papua lebih luas dan lebih jauh. Kabupaten Kaimana, sebuah kabupaten pemekaran dari Kabupaten Fak-fak yang berada di wilayah Provinsi Papua Barat yang terkenal dengan keindahan senjanya secara resmi berdiri pada 12 April 2003. Kaimana layaknya wilayah lainnya di belahan Tanah Papua, juga memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah baik dari hasil hutan, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan. Namun, lagi-lagi permasalahan klasik yang juga dihadapi wilayah lain di Papua, pengelolaan sumber daya alam yang belum tepat berdampak pada stagnasi pertumbuhan ekonomi Kaimana. Padahal, jika dikelola dengan tepat tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Kaimana itu sendiri.

senna kaimana

Saya percaya bahwa semua masyarakat Kaimana menginginkan pembangunan yang maju dan pesat, serta juga kelestarian budaya yang tetap terjaga. Hal ini tercermin dari apa yang terjadi di Kaimana sejauh pengamatan saya. Ketika untuk pertama kalinya di Kaimana terdapat lampu lalu lintas, masyarakat Kaimana sangat antusias dan terkesan ingin belajar tertib berlalu lintas. Ini merupakan dampak positif dari pembangunan. Namun di sisi lain, ketika diselenggarakan festival budaya adat asli Kaimana, antusiasme masyarakat juga tinggi untuk ikut berpartisipasi. Salah satu jalan untuk menuju ke sana adalah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kaimana. Perihal pengelolaan sumber daya alam bukanlah suatu perkara sederhana. Selain karena banyak pemangku kepentingan yang terlibat di dalamnya, juga harus bisa menjaga keseimbangan antara sumber daya alam yang dieksplorasi dengan kelestarian masyarakat adat serta lingkungan itu sendiri.

lanskip kaimana

Tantangan paling utama dalam pengelolaan sumber daya alam khususnya yang ada di Kaimana adalah bagaimana menyatukan persepsi para pemangku kepentingan yang dalam hal ini terdiri dari Pemerintah Daerah (Pemda), masyarakat sipil (masyarakat adat dan pendatang), pihak swasta (pengembang dan leveransir), serta partai politik. Keempat elemen pemangku kepentingan ini harus sejalan dan sepemahaman terlebih dahulu karena nantinya hasil pengolahan sumber daya alam akan berdampak pada keempat pihak tersebut. Pemda sebagai regulator harus memiliki persepsi bahwa tujuan pengolahan sumber daya alam adalah untuk kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan pribadi tertentu serta memiliki persepsi bahwa upaya eksploitasi sumber daya alam harus berorientasi jangka panjang karena benar adanya bahwa sumber daya alam saat ini bukan merupakan warisan nenek moyang tetapi titipan anak cucu sehingga perlu kita jaga kelestariannya sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada generasi anak cucu di kemudian hari.

CAEMV4cUcAAdMTO

Sementara itu, pelibatan masyarakat sipil yang terdiri dari masyarakat adat asli Kaimana dan pendatang dari luar Kaimana menjadi hal penting untuk menghindari munculnya isu konflik pribumi-pendatang mengingat sering terjadi percikan-percikan kecil dalam ranah tersebut. Kerukunan antara kedua elemen masyarakat sipil ini perlu digalakkan dan dijaga stabilitasnya sebagai bentuk preventif guna meminimalisir dampak pengelolaan sumber daya alam. Selanjutnya, pihak swasta dalam hal ini pengembang dan leveransir juga perlu memiliki persepsi bahwa pengolahan sumber daya alam bukan untuk mengejar keuntungan ekonomi (rent seeking) semata tetapi juga mengemban amanah masyarakat Kaimana secara keseluruhan serta tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi dengan aspek lingkungan dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam, misalnya dengan merujuk pada riset analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) terlebih dahulu.

green-economy

Pemangku kepentingan yang terakhir dan tak kalah penting adalah partai politik. Seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, akses terhadap informasi oleh masyarakat Kaimana meningkat drastis dan kepedulian terhadap isu politik mulai tumbuh. Kepekaan akan aktivitas pemerintah, kritisme terhadap kebijakan pemerintah, dan inovasi rujukan kebijakan untuk perbaikan Kaimana kerap disuarakan masyarakat melalui partai politik. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Prof. Nasikun, partai politik memegang peranan penting dalam elemen masyarakat karena dalam partai politik tergabung berbagai unsur baik keagamaan, budaya, sosial, ekonomi dan sebagainya menjadi satu. Sehingga jika terjadi konflik di masa mendatang, bukan lagi konflik keagamaan, budaya dan sebagainya, melainkan konflik antar partai politik. Untuk itu, dengan memperhatikan kepedulian masyarakat Kaimana akan isu politik yang semakin meningkat, sekali lagi ditekankan status partai politik sebagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya alam di Kaimana perlu diperhatikan.

politics-760x760

Tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam khususnya dengan situasi di Kabupaten Kaimana seperti dijelaskan di atas jika dipetakan berada pada tiap level dari hulu ke hilir. Mulai dari Pemda sebagai regulator yang harus cermat merilis kebijakan, mengalir ke pihak swasta selaku eksekutor di lapangan yang perlu menjaga keseimbangan aspek ekonomi dan lingkungan, lalu berlanjut ke masyarakat sebagai objek sekaligus pemerhati dan partai politik sebagai pengawas. Ketika seluruh pemangku kepentingan ini bersinergi satu sama lain, menjalankan fungsinya masing-masing semaksimal mungkin dan memperhatikan prinsip-prinsip yang ada di dalamnya, maka akan tercipta kondisi di mana tiap pemangku kepentingan akan mendapatkan manfaat maksimal dari pengelolaan sumber daya alam sebagaimana diuraikan dalam teori ilmu ekonomi comparative advantage oleh David Ricardo atau minimal menurut asumsi absolute gain dalam paradigma Realisme bahwa tiap pemangku kepentingan akan mendapatkan manfaat.